senyum-senyum
Jan 20th, 2009 by Sade
Putriku duduk tegak di kursi lab
Menunggu jarum suntik menembus kulitnya
Akhirnya, cus… darahnya mengalir masuk ke botol
Oh, my dear, she is smiling, kata penyedot darah itu.
Aku bertanya:
Kok kamu senyum-senyum sih, emang nggak sakit?
Nggak tuh.
Lalu ia menggigit jari manisnya sendiri
Mengunyahnya seperti sedang makan permen karet
Hingga tinggal separuh, Ia masih saja senyum-senyum.


