mark, putra saya, sekarang berumur 20 bulan. setiap kali waktu makan kami mengajak ia berdoa. mata dipejam, tangan dilipat, mulut mengucap berkat. doa ditutup dengan kata ‘amen.’ Ia tentu saja belum mengerti apa yang kami katakan dalam doa. Yang ia pelajari baru gesture doa dan kata akhir ‘amen’ itu.
pada suatu hari kami pergi ke sebuah restoran. sehabis memesan makanan, sedang kami menunggu, mark menoleh ke kanan, ke kiri. maklum anak-anak, nggak bisa diam. tak begitu lama, ia temukan ada orang di seberang lagi menunduk di depan makanan. nampaknya, ia kira orang itu sedang berdoa. maka, spontan ia pun berteriak nyaring, ‘AM-MENN.’
untunglah orang itu nggak sadar. mark, mark…


