hi, i’m agus, a husband and father, a pastor of irect, and a student at wilfrid laurier university.
my previous blog has been destroyed. so sorry about that. here is my second blog. i hope it may live a thousand years. blessings upon y’all!
Cor meum velut mactatum Domino in sacrificium offero
hi, i’m agus, a husband and father, a pastor of irect, and a student at wilfrid laurier university.
my previous blog has been destroyed. so sorry about that. here is my second blog. i hope it may live a thousand years. blessings upon y’all!
Salam Pak Agus,
Senang sekali Bapak menyempatkan mampir di blog saya dan mengguratkan kata-kata penguatan. Saya ucapkan terima kasih sekali untuk hal ini. Salam kenal dari saya. Dan saya pun senang ketika berkunjung ke blog Bapak.
Tuhan memberkati studi serta pelayanan Bapak di negeri nun jauh di sana.
In vinculum caritatis,
Nindyo S.
mas atau pendeta nindyo, bagi saya, anda termasuk calon pemimpin kristen masa depan yang progresif dan sekaligus solid. pemikiran anda begitu advanced. saya rindu makin banyak orang-orang muda seperti anda di bumi indonesia, yang rendah hati dan bijaksana. kiranya tuhan saja yang mendapat kemuliaan sampai selama-lamanya.
blessings in the lord…
Ytk Bp. Pdt. Agus,
Saya sangat terhormat bila Bapak berkenan mampir ke GKMI Kudus, di mana saya melayani.
Bapak telah mahfum, saya berasal dan melayani di gereja Mennonite. Dan tradisi yang diwarisi sebenarnya lebih dekat ke Reformasi Zuerich, dari Zwingli, karena leluhur Anabaptis terlahirnya di kota itu. Maka, tipikal auditory itu masih kental, tak ada ornamen atau hiasan, banner dsb. yg dipasang di sanctuary. Sebenarnya kalau di sini, masalahnya tidak tahu menahu dengan teologi ikon dan tidak pernah diajarkan oleh para pendahulu mengenai theological arts ataupun esthetical theology.
Apalagi di kota kecil Kudus, yang dinamika dan mobilitas kurang, maka irama hidup “kalau begini sudah jalan baik, kenapa mesti yang aneh2″ kental sekali di gereja yang usianya menginjak 88 tahun di Desember yad. Maka, tak mungkin menempel secara permanen ikon2 di sanctuary.
Dalam pada itu, sanctuary komisi remaja, kami hias fully iconic. Saya tidak ragu memajang ikon Theotokos, malaikat, di samping Christos Pantokrator dsb. scr. permanen. Saya ajak para remaja menghias ruang dengan banners ikon2 tsb. Ber-Taize menggunakan ikon sudah integral.
Dari remaja, saya dapat sedikit bergerak untuk memberi dinamika dan warna kepada ibadah gereja. Kami mulai undang jemaat umum hadir dalam Taize yang diadakan berkala, setiap events khusus gerejawi.
Pertanyaan ttg integrasi Ortodoks Timur dan Mennonite: itulah yang saya sedang pikirkan, Pak! Mennonite telah bercakap dengan Reformed, Baptist, Methodist, Pentecostal-Charismatic, Katolik, tetapi belum dengan Ortodoks Timur.
Jika Tuhan memberi kesempatan untuk studi lanjut, saya akan mencoba meretas jalan bagi dialog dua tradisi yang tidak pernah mengenal satu dengan yang lain. Bila dengan Reformed dan Katolik, tajuk perjumpaan itu adalah “toward healing of memories,” saya pikir adalah hal yang baru bagi tradisi kami untuk berkenalan dengan tradisi Ortodoks Timur. Saya sedang terus mendoakannya.
Sekali lagi, saya akan sangat gembira bila Bpk. berkenan meluangkan waktu untuk ke Kudus dan melihat2 tempat pelayanan saya.
belajar banyak