Ini tentang Mark lagi, putra saya yang berusia 21 bulan itu. Setiap kali saya mendapat giliran menjaga dia, ada saja ulahnya yang bikin gregetan. Awalnya ia bersahabat, mau duduk di pangkuan saya sembari menyeruput susu dalam botol. Tapi itu tak bertahan lama. Kira-kira 15-20 menit kemudian, ia sudah minta turun. Setelah diturunkan ia mulai menarik-narik [...]
Read Full Post »
Posted in everydayness, morosophia on Mar 10th, 2009
Dulu waktu gw masih di bangku SMP, ada guru namanya Ibu T yang sebentar-sebentar mendahak. Shroottt, lalu, ciuh… Untunglah ciuhnya di luar sana, di tong sampah. Tapi tetap aja nariknya itu di depan kita-kita. Gw mikir ini guru kok nggak malu-malu yak. Apa sebelumnya pernah merasa malu, tapi karena udah keseringan, maka malu pun sirna? [...]
Read Full Post »
mark, putra saya, sekarang berumur 20 bulan. setiap kali waktu makan kami mengajak ia berdoa. mata dipejam, tangan dilipat, mulut mengucap berkat. doa ditutup dengan kata ‘amen.’ Ia tentu saja belum mengerti apa yang kami katakan dalam doa. Yang ia pelajari baru gesture doa dan kata akhir ‘amen’ itu.
pada suatu hari kami pergi ke sebuah [...]
Read Full Post »
kalau hari lagi buram, hati lagi kesel, tuhan selalu punya cara untuk membuat saya tersenyum.
anak pertama saya aggie, sekarang berumur 4 tahun, pada suatu hari bilang begini… oh ya, sebelumnya, saya memberitahukan dia bahwa we’ll need to move out soon. lalu ia menjawab, “no, ini kan rumah jesus, aggie nggak mau pindah.” memang dahulu saya [...]
Read Full Post »
Posted in everydayness, spirituality on Oct 1st, 2008
pagi-pagi perut saya sudah dikocok oleh banyolan konyol di bawah ini. ya, humor ini berkisah tentang kentut. joas, tokoh utamanya, dalam dunia nyata ialah seorang pendeta gki, putra seorang pendeta senior gki. kita jarang membicarakan kentut, karena bagi kebanyakan orang tak sopan membicarakannya di ruang publik. akibatnya, kentut dipingit, diasingkan, diingkari keberadaannya. padahal kentut merupakan [...]
Read Full Post »