Kucari gambar hati di langit yang pernah kuukir dulu. Ah, kau masih juga di sana.
Category Archive for 'sastra'
Pernah terjadi di salah satu hari di musim panas tahun lalu, buku-buku dalam rak bukuku melakukan protes. Mereka tak mau lagi diambil lebih-lebih dibaca. Ada yang selalu menghindar ketika mau ditarik. Ada juga yang sengaja menjatuhkan diri ke lantai. Untuk mencari jalan keluar, aku menawarkan jalur dialog. Pakai teknik mendengarkan dan empati yang pernah kupelajari [...]
Termangu Menatap Senja
Ia hanya bisa berharap, kalau suatu hari tunangannya pulang, amplop berisi senja itu dapat ia tunjukkan padanya.
Makan Kitab Ini
Sang Rasul memandang kitab itu cukup lama. Suara malaikat: Makanlah dia! Pelan-pelan ia memamahnya, mulai dari halaman pertama hingga akhir, habis tak bersisa. Lalu sambil menahan serdawanya, ia pun bertanya, “Baidewe, bisa nambah nggak ya?”
senyum-senyum
Posted in art, fun, imagination, sastra, soliloquy on Jan 20th, 2009
Putriku duduk tegak di kursi lab
Menunggu jarum suntik menembus kulitnya
Akhirnya, cus… darahnya mengalir masuk ke botol
Oh, my dear, she is smiling, kata penyedot darah itu.
Aku bertanya:
Kok kamu senyum-senyum sih, emang nggak sakit?
Nggak tuh.
Lalu ia menggigit jari manisnya sendiri
Mengunyahnya seperti sedang makan permen karet
Hingga tinggal separuh, Ia masih saja senyum-senyum.
gambar hati di langit
Posted in art, fun, imagination, sastra, soliloquy on Jan 20th, 2009
Langit membangunkannya dari tidur
Saat itu langit begitu putih bagai selembar kertas
Tak lupa ia memungut pinsil dari bawah meja belajarnya
Untuk menggoreskan gambar hati di sana
Itulah sebabnya sampai hari ini ada gambar hati di langit
cerpen banget
Posted in art, fun, imagination, sastra, soliloquy on Jan 12th, 2009
I
Masih segar di ingatanku suasana kebaktian minggu. Aku pun mencoba mengarang dalam ‘satu tarikan nafas kreatif,’ meminjam ungkapan kawan Agus Noor. Inilah hasilnya.
Pengunjung Gereja
Lelaki culun itu duduk di kursi paling pinggir baris ketiga dari depan. Tertunduk saja seperti sedang membaca sesuatu. Namun setiap kali pengkotbah itu membuka mulutnya menebar kata-kata, ia menangis, dan air matanya [...]
kentut dan imajinasi
Posted in book, christology, fun, fyi, genesis, imagination, sastra, seno on Jan 5th, 2009
Sebenarnya bukanlah niat saya yang terdalam untuk menulis tentang kentut lagi di sini. Mohon maaf yak for the inconvenience. Seorang pengarang favorit saya, seno gumira ajidarma atau sga, belum lama ini meluncurkan buku terbarunya, yang kebetulan berjudul ‘kentut kosmopolitan.’ Apa mau dikata, judul itu membangkitkan gairah dan imajinasi saya untuk menulis tentang kentut lagi.
Baca sepotong [...]
paper ini saya temukan lagi dalam gudang kumpulan tulisan saya tahun ‘98. silakan diunduh di sini
sajak sebatang lisong
Posted in culture, homelessness, justice, morosophia, sastra, teater, video on Nov 6th, 2008
bulan november tahun ini telah ditetapkan menjadi bulan misi bagi irect. pada hari minggu yang baru lalu saya memilih untuk mengotbahkan topic social justice. jika anda tertarik ingin tahu, kotbah saya bisa didengar lagi di website irect. sayangnya presentasi dari ratanak foundation tak bisa direkam. nah, sajak sebatang lisong dari rendra ini, menurut saya, memberi [...]
puisi sapardi joko damono ini kutemukan secara tak disengaja. banyak orang suka pada puisi ini, begitu juga aku. pernah aku terharu ketika mendengarkan puisi ini dilantunkan bersama dengan gitar dan suara lembut seorang gadis di taman ismail marzuki. sungguh indah.
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin [...]
puisi rendra
Posted in sastra on Jul 4th, 2007
puisi rendra yang telah kusimpan bertahun-tahun ini baru saja kutemukan lagi. sayangnya, aku tak tahu apa judulnya. selamat membaca!
Sering kali aku berkata, ketika seorang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
bahwa hartaku hanya titipan-Nya,
bahwa putraku hanya titipan-Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan [...]
disturb us
Posted in sastra on Jun 11th, 2007
Disturb us, Lord, when
We are too well pleased with ourselves,
When our dreams have come true
Because we have dreamed too little,
When we arrived safely
Because we sailed too close to the shore.
Disturb us, Lord, when
With the abundance of things we possess
We have lost our thirst
For the waters of life;
Having fallen in love with life,
We have ceased to [...]
taufik ismail: kerendahan hati
Posted in sastra on Jun 6th, 2007
kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau.
kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan.
[...]
tanpa sengaja aku menemukan friendster teater ungu melalui yahoo search engine. teater ungu adalah sebuah grup teater yang dirintis oleh kawan-kawan fakultas psikologi universitas atma jaya pada tahun 1997. aku masih ingat bagaimana aku dulu menghampiri mbak rita matu mona, pemain senior di teater koma, seorang sutradara juga, untuk memohon kesediaannya mengasuh grup teater ini. [...]


